
Dalam rangka merayakan Idulfitri, Kepolisian Daerah Jawa Tengah bekerja sama dengan Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah untuk melakukan gerakan pangan murah. Inisiatif ini bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang terjangkau.
Kegiatan Gerakan Pangan Murah
Gerakan ini diadakan di Gedung Bulog Kanwil Jawa Tengah, Jalan Menteri Supeno, Semarang. Masyarakat sangat antusias dengan kegiatan ini. Sejak pagi, banyak warga yang berdatangan untuk membeli berbagai komoditas pangan dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasaran.
Program ini dimulai sekitar pukul 08.30 WIB dan bertepatan dengan kegiatan pasar tumpah di Bundaran Taman Indonesia Kaya. Ini semakin menambah minat warga yang sedang berbelanja di kawasan tersebut.
Komitmen Kepolisian Daerah Jawa Tengah
Gerakan pangan murah ini merupakan bentuk komitmen dari Kepolisian Daerah Jawa Tengah untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang terjangkau, khususnya menjelang hari besar keagamaan. Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Latief Usman, menjelaskan hal ini.
Gerakan ini juga dilaksanakan secara serentak di semua Polres di wilayah Jawa Tengah. Total distribusi mencapai 78.600 kilogram beras, 11.280 liter minyak goreng, dan 1.448 kilogram gula pasir dengan target penerima manfaat sekitar 7.800 orang,” kata Latief Usman.
Dampak Positif Program Pada Tahun Sebelumnya
Pada tahun sebelumnya, program serupa telah memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat. Sepanjang 2025, Polda Jawa Tengah bersama Bulog telah berhasil mendistribusikan sekitar 52 juta kilogram beras kepada masyarakat dari target awal 11 juta kilogram, yang mencakup lebih dari 7,4 juta warga di berbagai daerah di Jawa Tengah.
“Melalui gerakan ini kami berharap masyarakat dapat menyambut dan merayakan Idulfitri dengan lebih tenang tanpa harus terbebani oleh kenaikan harga bahan pangan,” tambah Latief.
Apresiasi dari Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah, Sri Muniati, mengapresiasi langkah proaktif Polda Jawa Tengah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di masyarakat.
Menurut Sri Muniati, stok bahan pokok di Jawa Tengah saat ini cukup dan dalam kondisi aman. “Masyarakat tidak perlu panik dalam berbelanja. Stok bahan pokok di Jawa Tengah sangat aman. Dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini, distribusi beras SPHP akan semakin luas menjangkau masyarakat,” jelasnya.
Komoditas yang Dijual dalam Gerakan Ini
Beberapa komoditas dijual dengan harga yang lebih terjangkau dalam gerakan ini, seperti beras SPHP seharga Rp56.000 per 5 kilogram dengan ketersediaan 2.750 kilogram, Minyakita Rp31.000 per 2 liter dengan stok 1.700 liter, beras Befood Setra Ramos Rp74.000 per 5 kilogram, serta gula Manis Kita Rp17.500 per kilogram.
Dampak Langsung kepada Masyarakat
Manfaat dari pasar murah ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Lia, seorang warga Mugassari, mengatakan bahwa ia sangat terbantu dengan adanya harga kebutuhan pokok yang lebih rendah dibandingkan harga di pasaran.
“Saya langsung datang begitu mendapat informasi. Di sini Minyakita hanya Rp31 ribu dua liter, sementara di tempat lain harganya bisa mencapai hampir Rp40 ribu. Selisihnya cukup besar, bisa digunakan untuk stok dapur beberapa minggu ke depan,” ujarnya.
Peran Polri dalam Program Ini
Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Artanto, menekankan bahwa keterlibatan Polri dalam program ini merupakan bagian dari upaya untuk menghadirkan negara di tengah masyarakat, khususnya dalam menjaga stabilitas ekonomi menjelang hari raya.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung stabilitas ekonomi masyarakat. Melalui sinergi dengan Bulog dan pemerintah daerah, kami berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau menjelang Idulfitri,” ujarnya.
