Indrak, Spesialis SEO, Tingkatkan Peringkat Google Melalui Penyempurnaan Konten dan Strategi SEO Efektif

Untuk menepis berbagai isu yang beredar di masyarakat, mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Terara telah memberikan klarifikasi resmi. Isu-isu tersebut muncul setelah penyaluran menu MBG pada Sabtu, 14 Januari 2026 yang merupakan hari terakhir penyaluran ke sekolah-sekolah penerima manfaat.
Penjelasan Tentang Penyaluran MBG
Kesepakatan untuk menjadikan tanggal 14 Januari 2026 sebagai hari terakhir penyaluran telah disepakati bersama oleh mitra, SPPG, dan berbagai sekolah dalam pertemuan koordinasi dan evaluasi yang diadakan pada Kamis, 12 Maret 2026. Pertemuan tersebut dihadiri oleh berbagai pihak penting, mulai dari Kapolsek hingga kepala sekolah.
Menu Hari Terakhir
Mitra program MBG menegaskan bahwa menu yang disalurkan pada hari terakhir ini merujuk pada pedoman hasil notulensi rapat Zoom Badan Gizi Nasional (BGN). Pedoman tersebut menjelaskan bahwa anggaran paket menu hari terakhir ditetapkan sebesar Rp70 ribu untuk porsi besar dan Rp58 ribu untuk porsi kecil.
Komposisi Menu
Menu hari terakhir ini telah dirancang oleh ahli gizi dan mencakup berbagai item seperti tempe, tahu, ayam, buah, dan susu. Bahan-bahan seperti ayam, tahu, dan tempe dimasak dengan metode ungkep sesuai standar yang telah ditetapkan.
Respon Terhadap Temuan Kualitas Tahu
Menyikapi temuan sejumlah tahu yang kualitasnya kurang baik, mitra program MBG telah meminta Asisten Lapangan (Aslap) dan Kepala SPPG untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut.
Penegasan Terhadap Dugaan Praktik “Menu Rapelan”
Mitra program MBG juga menepis dugaan adanya praktik “menu rapelan” yang dianggap oleh beberapa pihak sebagai penyebab selisih harga. Mereka menegaskan bahwa semua item menu telah dipersiapkan oleh ahli gizi dan dihitung secara akuntabel oleh tim keuangan. Mitra hanya bertugas menyiapkan suplai bahan baku sesuai permintaan dari SPPG.
Kondisi Relawan
Pada hari terakhir distribusi, beban kerja relawan memang mengalami peningkatan. Namun, mitra menegaskan bahwa semua relawan tetap dalam kondisi sehat dan tidak ada yang menderita sakit berat. Para relawan bahkan masih bisa berkumpul bersama dalam kegiatan buka puasa bersama di lokasi mitra.
Sistem Kerja Selama Ramadan
Sistem shift (sip-simpan) diterapkan pada minggu pertama Ramadan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan relawan. Namun, pada minggu kedua hingga akhir Ramadan, semua relawan kembali bekerja secara penuh. Mitra juga menegaskan bahwa tidak ada pemotongan honor selama sistem tersebut berlaku. Relawan tetap menerima honor secara penuh sesuai dengan 12 hari kerja efektif dalam dua pekan.
Klarifikasi Resmi
Mitra program MBG berharap dengan adanya klarifikasi ini, masyarakat bisa mendapatkan informasi yang utuh dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang belum tentu benar.
Penulis: Asrori CR
